Asap Hio dan Obat Nyamuk Picu Kanker Paru


Asap yang menguar dari pembakaran hio dan obat nyamuk ternyata mengandung zat karsinogen (pemicu kanker). Berbagai penelitian menungkapkan, paparan asap-asap tersebut dalam jangka lama dapat menyebabkan terjadinya penyakit pada saluran pernapasan atas dan juga meningkatkan risiko kanker paru.

Hio masih banyak digunakan di Asia dan India, tak hanya berkaitan dengan ritual agama tertentu. Berkembangnya terapi aroma, yang antara lain berupa hio, penggunaannya makin meluas. Tak heran, kita sering menjumpai hio yang dibakar di rumah, restoran, spa, bahkan kantor. Banyak orang di Amerika Serikat dan negara Barat juga tertarik pada hio.

Sebagai terapi aroma, hio memberi efek rileksasi. Namun, di balik itu, mengintai bahaya besar. Beragam jenis tanaman dan minyak digunakan untuk membuat hio. Ketika hio dibakar, banyak dari campuran ini menghasilkan zat pemicu kanker (karsinogen) yang sama dengan yang diproduksi asap rokok.

Karena itu, paparan asap hio dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker, terutama pada pernapasan, misalnya kanker paru sel skuamosa. Ini adalah tipe kanker paru yang banyak ditemui pada perokok.

Demikian diungkapkan Jeppe T. Friborg, MD, Ph.D, dari Department of Epidemiology Research, Statens Serum Institute, Kopenhagen, Denmark.

Friborg dan kolega pada 2004 melakukan studi yang melibatkan wanita non-Asia yang tinggal di New York City. Lebih dari seperempat dari mereka, sekitar 28 persen, dilaporkan rutin membakar hio selama hamil, dan paparan hio teridentifikasi secara bermakna sebagai sumber pemicu kanker.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s