Bubuk Cokelat Mengandung Zat Antiperadangan


PENELITI dari Spanyol menemukan, bubuk cokelat bisa mengurangi risiko penyakit jantung. Bubuk cokelat bekerja dengan mengurangi peradangan yang berkaitan dengan penyakit jantung.

Peneliti juga menemukan kalau kelompok yang mengonsumsi bubuk cokelat mengalami peningkatan kadar kolesterol baik HDL, yang bisa membantu mengurangi kadar kolesterol jahat LDL. Selain itu, bubuk cokelat juga terbukti memiliki komponen antiperadangan.

Dalam studi yang dipublikasikan di American Journal of Clinical Nutrition ini, para partisipan tidak mengonsumsi vitamin atau suplemen tambahan. Selain itu, mereka hanya mengonsumsi produk bubuk cokelat yang disediakan oleh peneliti.

Penelitian sebelumnya juga telah menunjukkan kalau cokelat bermanfaat untuk kesehatan jantung karena mengandung zat kimia antiperadangan yang dikenal dengan polyphenols. Polyphenols juga bisa ditemukan pada anggur, kopi dan teh, serta sayuran dan  buah seperti apel, brokoli, bawang putih, blueberries, blackberries, cherries, strawberries, buah persik dan anggur merah.

Faktor risiko

Dalam studi ini, para peneliti melibatkan 42 partisipan laki-laki dan perempuan. Secara acak mereka diminta mengonsumsi 40 gram tepung cokelat tanpa pemanis dipadukan dengan susu skim atau hanya susu skim saja setiap hari. Dan setelah satu bulan ditemukan, mereka yang minum paduan susu dengan bubuk cokelat memiliki kadar penanda peradangan (berkaitan dengan penyakit jantung) yang lebih rendah dibandingkan dengan mereka yang hanya minum susu saja.

Hasil ini, menurut peneliti, sangat penting mengingat partisipan yang rata-rata telah berusia 70 tahun. Pada usia ini, mereka berisiko tinggi mengalami penyakit jantung karena mereka mengidap diabetes atau lebih faktor risiko penyakit jantung lainnya, termasuk merokok, tekanan darah tinggi, kadar kolesterol jahat LDL tinggi (lebih dari 160 miligram per desiliter), kadar kolesterol baik HDL rendah (di bawah 35 miligram per desiliter), obesitas atau sejarah keluarga mengalami penyakit jantung koroner dini.

Penanda peradangan, yang dikenal dengan adhesion molecules (molekul-molekul lengket), merupakan protein yang menyebabkan sel-sel darah putih lengket ke dinding arteri, yang akhirnya bisa memicu pembentukan plak atherosklerosis.”Salah satu kekuatan dari studi ini adalah mereka mengukur adhesion molecules, yang baru-baru ini telah dipelajari dan ditemukan sangat penting dalam pembentukan atherosklerosis,” terang Shelley McGuire, juru bicara American Society for Nutrition, seperti dikutip situs  healthday.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s